Get Adobe Flash player

Menelusuri Sejarah Sabung Ayam Pada Suku Dayak

adu ayam

Menelusuri Sejarah Sabung Ayam Pada Suku Dayak

Sabung Ayam – Sedikit berbicara mengenai sejarah seputar perkembangan sabung ayam di Nusantara. Sabung ayam memiliki sejarah yang sangat panjang sekali bagi bangsa ini. Sejak ratusan tahun lalu sebelum kita terlahir di dunia ini atau zaman kerajaan, tradisi sabung ayam sudah kerap dilakukan oleh masyarakat sebagai salah satu kegiatan kemasyarakatan yang dapat diikuti oleh siapapun saja yang percaya dengan kemampuan bertarung ayamnya.

Kali ini kita akan membahas seperti apa perkembangan sabung ayam pada peradaban suku dayak yang berlokasi di Pulau Kalimantan. Pertandingan sabung ayam sangat sering dilakukan di hampir setiap daerah di Kalimantan ini. Suku dayak sendiri yang terkenal sebagai penghuni asli dari pulau terbesar di negara ini juga memiliki darah petarung yang sudah beratus-ratus tahun menjaga pulau Kalimantan dari para penjajah.

Meskipun begitu, kadangkala terdapat permasalahan yang terjadi di antara sesama masyarakat dayak. Dahulunya bila ada masalah seperti ini, perang antar daerah bisa terjadi dan menimbulnya jatuhnya korban manusia yang tidak sedikit. Namun atas saran dari para sesepuh dayak yang menyarankan agar menggelar pertandingan sabung ayam untuk menentukan siapakah yang akan menjadi pihak yang menerima permintaan maaf.

Disini, dua ekor ayam akan mewakili pihak yang berseteru agar tidak mengambil korban manusianya. Nantinya ayam yang memenangkan pertandingan adu ayam tersebut akan membuat pemilik dari ayam lawan untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada orang yang bermasalah dengan dirinya. Dan apabila terjadi seri, maka kedua orang yang berseteru tersebut akan saling meminta maaf untuk mengakhiri permasalahan mereka.

Tradisi seperti di atas inilah yang sebenarnya sebuah hal yang sangat baik untuk terus dilanjutkan agar dapat menyelesaikan sebuah permasalahan dengan cara yang lebih aman tanpa harus melihat korban manusia yang berjatuhan akibat dari pertarungan antar sesama masyarakat yang biasa dapat kita lihat seperti di kota Jakarta ataupun bagian daerah di kepulauan Nusa Tenggara hingga Papua.

Leave a Reply